Serba serbi Pedang Pora

January 19th, 2017

pedang-pora-ARTICLE

Berbicara ritual, adat istiadat maupun prosesi pernikahan di Indonesia, salah satu yang cukup dikenal adalah prosesi Pedang Pora. Jika calon pasanganmu merupakan anggota perwira di jajaran Tentara Nasional Indonesia (TNI) maupun Kepolisian Republik Indonesia (Polri), berikut adalah serba serbi mengenai prosesi Pedang pora yang perlu untuk diketahui:

Arti Pedang Pora

Prosesi Pedang Pora merupakan salah satu ritual yang diselenggarakan untuk melepas masa lajang bagi perwira TNI maupun POLRI. Nama pedang pora sendiri memiliki arti Pedang Pura atau Gapura Pedang, sesuai dengan formasi yang dibentuk oleh rekan-rekan militer yang membentuk gapura. Prosesi Pedang Pora hanya dilakukan bagi perwira laki-laki dan hanya dilakukan sekali seumur hidup. Jadi prosesi ini tidak akan ditemukan bagi perwira yang melakukan pernikahan kedua kalinya.

Tujuan & Makna Pedang Pora

Tidak sekedar prosesi belaka, Pedang Pora memiliki tujuan untuk menyambut memperkenalkan mempelai wanita ke dalam dunia angkatan bersenjata dimana pasangan pengantin baru ini d. Selain itu, Pedang Porajuga melambangkan melambangkan solidaritas dan persaudaraan dari sesama perwira serta doa yang dipanjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa agar selalu melindungi kedua mempelai dalam menghadapi segala rintangan kehidupan dan kedua mempelai selalu ingat untuk memohon lindungan dan petunjuk kepada-NYA. Jajaran pedang yang membentuk formasi berbentuk gapura juga memiliki gambaran kedua mempelai sedang memasuki gerbang kehidupan baru dan siap menghadapi berbagai rintangan yang ada dengan jiwa ksatria.

Prosesi Pedang Pora

Prosesi Pedang Pora dilakukan sebagai pembuka acara resepsi pernikahan dimana 12 perwira yang terlibat berdiri berjajar dan saling berhadapan di sepanjang jalan menuju pelaminan. Prosesi ini diawali dengan laporan dari komandan regu kepada mempelai pria bahwa prosesi Pedang Pora siap dilaksanakan. Ketika laporan sudah diterima, komandan regu kembali ke tempat dan memberi aba-aba kepada para anggota pasukan untuk menghunus pedang. Posisi awal pedang menyilang di bawah sebelum akhirnya diangkat ke atas pada saat kedua mempelai berjalan melewati gapura pedang tersebut.

Sesampainya di depan pelaminan, ke-12 perwira membentuk formasi lingkaran sambil mengangkat pedang dengan posisi kedua mempelai berada di tengah lingkaran. Pada saat itulah dilakukan penyematan cincin dan penyerahan seperangkat pakaian seragam Persatuan Istri Tentara (Persit) kepada pengantin wanita. Selanjutnya, Komandan Regu kemudian menyerukan aba-aba Tegak Pedang dan pembacaan puisi

Lazimnya, prosesi Pedang Pora diiringi oleh marching band yang juga berasal dari perwira militer dengan penggunaan alat musik seperti drum, terompet, marching bell, dan lain sebagainya.

Foto Kredit : Pasopati Photography

 

 

Leave a Reply