Masyarakat Minangkabau atau Minang terkenal dengan sistem kekerabatan matrilineal atau menurut garis keturunan Ibu. Hal ini menjadikan perempuan dalam masyarakat Minang mempunyai peranan penting dan sangat dihargai. Bahkan ketika seorang perempuan akan menikah, dalam adat Minangkabau serangkaian tradisi adat harus dilakukan sebagai wujud kasih sayang dan syukur keluarga karena anak perempuannya akan menikah dan siap menyandang status baru. Salah satu tradisi nya adalah Arak Bako.
 
Apa itu Arak Bako?
Arak Bako adalah tradisi arak –arakan mempelai perempuan atau dalam bahasa Minang disebut dengan Anak Daro. Tradisi ini banyak dilakukan masyarakat Minang, khusus masyarakat Kota Solok. Bagi warga Solok, tradisi ini merupakan bagian penting dalam prosesi pernikahan.
Arak Bako terdiri dari kata arak yang berarti arak – arakan dan bako yang berarti keluarga perempuan dari pihak ayah. Anak daro yang akan menjalani prosesi pernikahan oleh bako disebut anak pisang. Tradisi ini juga dilakukan sebagai ajang unjuk kepada masyarakat bahwa anak pisang mereka akan menikah.
Tradisi ini dimulai dengan penjemputan anak daro dari rumah orang tua menuju rumah Induak Bako yaitu saudara perempuan dari sang Ayah. Di rumah Induak Bako, anak daro dipakaikan baju untuk arak – arakan dan diarak kembali menuju kerumahnya. Pihak bako juga bisa mengundang kerabat hingga tetangga dekat untuk turut memeriahkan tradisi ini. Jumlah yang hadir bisa puluhan bahkan ratusan. Semakin ramai yang hadir semakin meriah tradisinya dan semakin tinggi juga status sosial pihak bako dipandang oleh masyarakat.
 
Sama seperti prosesi hantaran
Dalam prosesi Arak Bako, peserta arak – arakanakan berjalan kaki dan berbaris memanjang sambil membawa semacam hantaran untuk anak daro yang mereka letakan diatas kepala mereka. Hantaran tersebut bisa berupa segala keperluan anak daro, kado, dan juga beras. Setelah Sampai kembali kerumah orang tua anak daro, para rombongan akan dijamu makan oleh pihak keluarga anak daro. Setelah makan, mereka akan meninggalkan lokasi seraya menyerahkan kembali anak daro kepada orang tuanya.
 
Begitulah tradisi Arak Bako dalam prosesi pernikahan adat Padang, khususnya di Kota Solok. Kebayang gak sih gimana meriah nya tradisi tersebut?.
Kamu bisa juga kok wujudkan pernikahan adat Impianmu. Carilah wedding organizer atau vendor – vendoryang memang benar – benar bisa mengurus keperluan dalam pernikahan bertemakan adat. Mulai dari dekorasi, busana pengantin, makanan, tarian dan prosesi adat, dll.
Vendor – vendor pernikahan tersebut bisa kamu temukan di Gebyar Pernikahan Indonesia yang akan digelar pada tanggal 21 – 22 Januari 2023 berlokasi di The Krakatau Grand Ballroom, Taman Mini, Jakarta Timur, DKI Jakarta. Kamu dapat mempercayakan segala kebutuhan pernikahan mu pada vendor – vendor pernikahan profesional yang sudah tidak diragukan lagi kredibilitasnya. Tidak hanya itu, kamu juga berkesempatan memenangkan Grand Prize berupa 1 unit mobil dan juga masih banyak lagi hadiah menarik lainnya. Ayo segera aja pasangan mu! Siapa tahu kalian yang beruntung!
Source : https://id.wikipedia.org/wiki/Arak_bako#:~:text=Arak%20Bako%20adalah%20tradisi%20arak,bako%20disebut%20sebagai%20anak%20pisang).
https://infopublik.id/kategori/nusantara/327128/arak-bako-tradisi-mengantarkan-mempelai-pria-di-ranah-minang
https://pariwisataindonesia.id/headlines/tradisi-arak-bako/
 
 
 
 

Add Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*

53 − 48 =

Dapatkan Tiketnya di